Skip navigation

Monthly Archives: August 2007

Seorang Palestina bernama Mahmud hendak melintasi pos perbatasan Israel-Palestina. Dia bersepeda dan membawa dua tas besar di pundaknya.Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti,
“Pinggirkan sepedamu itu. Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?”
“Pasir,” jawab Mahmud.
Tentara Israel tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas itu dan benar mereka menemukan pasir didalamnya. Akhirnya mereka melepaskan Mahmud dan membiarkan dia melintasi perbatasan menuju wilayah Israel.

Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali. Tentara Israel menghentikan sepeda Mahmud dan bertanya,
“Apa yang kamu bawa?”
Mahmud menjawab, “Pasir.”
Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan tetap
menemukan benda yang sama, pasir.
Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga tiga tahun lamanya.
Akhirnya, Mahmud tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya
sedang bersantai ria di luar kota Yerikho.
“Hei, kamu yang suka bawa pasir,” tegur tentara Israel itu. “Saya menduga kamu selama ini membohongi kami saat melintas perbatasan. Tapi saya selalu menemukan pasir didalam tasmu. Selama tiga tahun, saya sepertinya menjadi gila, tidak bias makan atau tidur memikirkan barang selundupan kamu itu.
Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya, apa sih yang kamu
selundupkan tiap hari selama tiga tahun?”

Mahmud menjawab dengan kalem :
“Sepeda!”

Advertisements

Sepasang suami isteri setengah baya yang sama-sama dari kalangan profesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota. Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali dan menempati kembali kamar hotel yang sama saat mereka melalui masa honeymoon 30 tahun lalu.

Karena kesibukannya, sang suami harus terbang lebih dahulu dan isterinya baru menyusul keesokan harinya.

Setelah check in di hotel di Bali, sang suami mendapati sebuah komputer yang tersambung ke internet telah terpasang di kamarnya. Dengan gembira ia menulis e-mail mesra kepada isterinya di kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta.
Read More »

Seorang pria sedang berjalan kaki dan melihat Jono sedang merokok.

“Hei, kamu masih terlalu muda untuk merokok.”

Jono melihat pria itu tanpa mengucapkan sepatah kata.

“Berapa umur kamu?” tanya pria itu.

“Enam tahun,” jawab Jono

“Enam? Emangnya kamu mulai merokok umur berapa?” tanya pria itu lagi.

“Saya tidak ingat, saya sedang mabuk saat itu,” sahut Jono.

Seorang polisi menyetop seorang pengendara mobil dan menginformasikan kepadanya bahwa karena ia mengenakan sabuk pengaman, ia memenangkan 5000 dollar Amerika dalam kompetisi keamanan.
“Lalu apa yang akan anda lakukan dengan hadiah uang tersebut ?” tanya petugas polisi.
Pengemudi tersebut menjawab, “Saya kira saya akan pergi ke sekolah mengemudi dan mengambil sim saya.”

Saat itu, istrinya, yang duduk disebelahnya ikut campur, “Pak polisi, jangan dengarkan dia.Ia pintar membual jika sedang mabuk.”

Obrolan ini membangunkan pria yang sedang tidur di bangku belakang, yang saat melihat polisi tersebut menjadi ketakutan, “Tuh kan , kita tidak bisa pergi jauh deh, dengan mobil curian ini !”

Saat itu, ada ketukan dari bagasi mobil dan sebuah suara bertanya, “Apakah kita sudah sampai di perbatasan ?”

Ada seorang anggota legislatif yg sangat makmur sedang santai menikmati sore di rumah mewah mereka yang baru. Kemudian terjadilah percakapan yang mengerikan ini.

Istri (I): Pa, apa benar kamu nggak pernah selingkuh atau tidur dengan wanita lain? ceritakan saja, aku nggak marah kok. Kan bagaimanapun semua itu telah
berlalu.

Suami (S) : sumpah, nggak pernah ma, lalu kalo kamu apa pernah, ma?

I : sebenarnya pernah sih, tapi kamu jangan marah ya. Inget nggak waktu kamu dulu pulang dengan loyo karena lamaran kerjamu ke perusahaan itu ditolak dan besoknya tiba tiba kamu dipanggil masuk kerja? Saya datangi bossmu di kantor dan saya memuaskan dia.

S : (sambil menelan liur) eh.. masa cuma itu, ada nggak yang lain?

I : masih ada juga sih, waktu dulu kamu mengajukan kenaikan gaji dan ditolak namun kemudian dinaikkan dua kali lipat, malam itu saya datangi rumah bossmu dan saya kenyangkan dia semalam suntuk.

S : (gluk..) trus cuma itu?

I : sebenarnya sih ada lagi, tapi terpaksa, habis gimana lagi. Masih ingat nggak waktu itu kamu mengikuti pemungutan suara untuk calon legislatif dan
masih kurang 150 suara lagi untuk menang?

S : (braaaak ….) pingsan.